Nasib Turnamen-Turnamen Esport Kala Perginya Status Ibu Kota Dari Jakarta
Rasa kuatir dan bingung warga, semakin menemani ketetapan Jokowi saat dipindahkankannya ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur. Dari mulai nasib PNS yang perlu mulai berkemas, sampai roda perekonomian yang perlu bergerak untuk menyokong ongkos peralihan ibu kota.

Nasib Turnamen-Turnamen Esport Kala Perginya Status Ibu Kota Dari Jakarta

Posted on

Rasa kuatir dan bingung warga, semakin menemani ketetapan Jokowi saat dipindahkankannya ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur. Dari mulai nasib PNS yang perlu mulai berkemas, sampai roda perekonomian yang perlu bergerak untuk menyokong ongkos peralihan ibu kota. Tetapi saat bicara tentang olahraga elektronik alias esport, pemerintah kelihatannya masih memandang ini untuk masalah yang tersier.

Nasib Turnamen-Turnamen Esport

Walau demikian efek yang diakibatkan dari rumor ini kelihatannya tidak demikian relevan pada lanjutan tempat esport di masa datang. Beberapa faksi, contoh Show Director MET Indonesia Yota, menjelaskan jika efeknya kelak tidak demikian besar.

Efeknya tidak gede, serta kecil sekali sebab semua orang yang melakukan bisnis tetap di Jakarta.

Ketetapan itu dia melihat saat ketahui jika nanti yang akan beralih ialah ibu kota pemerintahaan saja. Dimana awalnya Kepala Bappenas sempat juga sampaikan jika Jakarta tetap jadi pusat usaha.

Dikutip dari beritasatu.com “Jakarta dibuat jadi pusat usaha, pusat keuangan, pendidikan, layanan, serta pariwisata,” tutur Bambang.

Masalah yang semacam ini khususnya yang terkait dengan esport sebetulnya tidak cuma dirasakan dengan Indonesia saja. Kita dapat lihat negara tetangga yakni Australia yang ber ibu kota pemerintahan di Canberra. Tetapi kompetisit esportnya diselenggarakan di Melbourne.

Ketidaksamaan biaya jadi persoalan fundamen. Ketua Iespa Propinsi D.I.Y Simson, memiliki pendapat jika biaya yang diakibatkan akan tidak sama di antara Kalimantan dengan Jakarta.

Contoh saat ini Fornas di Kalimantan. Kita dari pertama sudah ancang-ancang (bersiap) jika kita ngirim olahragawan dari Yogya ke Jakarta sama Yogya ke Kalimantan. Semakin gede Yogya ke Kalimantan kan ? tutur Simson.

Yota sendiri berpandangan meskipun nantinya infrastruktur di Kalimantan tetap akan digenjot. Dianya masih sangsi jika 5 tahun depan esport bisa menjadi komponen yang dibuat di Kalimantan.

Sedikit seperti, kompetisi olahraga seperti Badminton sendiri kelihatannya masih ketergantungan dengan suport sponsor. Dimana Sekjen PBSI Achmad Budiharto, berasa jika dimana tempatnya kelak masih tergantung pada sponsor yang memberikan dukungan berjalannya acara.

Dikutip dari Ligaolahraga.com “Karena, benar-benar bergantung dari keinginan sponsor. Faksi sponsor tentu menginginkan moment itu dikerjakan di kota paling besar yang menjadi sentral usaha untuk Indonesia,” ia meneruskan.

Dapat Diselenggarakan di Kalimantan

Walau selanjutnya kelak memang sebagian besar kompetisit esport akan diselenggarakan di Jakarta. Bukan bermakna Kalimantan jadi tempat yang betul-betul tidak mungkin untuk di peranankan. Untuk pertandingan pertandingan Video Game.

Yota sekaligus juga Simson saling sepakat jika memang kelak dalam 5 tahun depan akan ada kompetisi esport di Kalimantan. Karena itu kompetisi itu memang seharusnya mendapatkan dukungan besar dari pemerintah. Atau jadi progam kerja pemerintah tersebut dalam 5 tahun depan.

Untuk beberapa fakta, Yota sendiri berasumsi. Jika pemerintah tidak kurangi atau memberi perhatian yang semakin pada esport saat peralihan ibu kota ke Kalimantan.

“Kalau perhatian gw rasa sama saja, tidak ngaruh, sebab basicaly esport ini di pemerintah masih kelompok yang kecil” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *