Game
Penghasilan Industri Game di Tiongkok Naik 30% Berkat Corona

Penghasilan Industri Game di Tiongkok Naik 30% Berkat Corona

Posted on

Penghasilan Industri Game di Tiongkok Naik 30% Berkat Corona. Waktu yang dihabiskan gamer Tiongkok untuk bermain game bertambah ditengah-tengah epidemi virus corona. Untuk tahu efek virus corona pada industri gaming di Tiongkok, Niko Partners lakukan survey pada 1. 057 gamer di negara itu.

Berdasar laporan The Impact of COVID-19 on China’s Video Game Market dari Niko Partners, diketahui jika 97 % responden sekarang habiskan semakin banyaknya waktu untuk bermain mobile game dibanding sebelum epidemi. Selain itu, 95 % responden menjelaskan, mereka bermain game PC semakin lama serta 95 % akui mereka habiskan waktu semakin lama untuk bermain game konsol.

Umumnya gamer (89 %) menjelaskan jika mereka pilih untuk mainkan game yang umum mereka mainkan serta 61 % responden akui mereka memliih untuk kembali lagi mainkan game yang pernah mereka meninggalkan. Tetapi, 75 % responden mengatakan, mereka berusaha untuk mainkan game di basis yang benar-benar baru, baik PC, konsol, atau mobile.

Industri game tiongkok corona

Gamer Tiongkok bukan hanya habiskan waktu semakin lama untuk bermain game. Mereka akui, mereka keluarkan uang semakin banyak di dalam bermain game semasa epidemi bila dibanding dengan waktu sebelum berlangsung epidemi. Sekitar 82 % responden menjelaskan, keseluruhan uang yang mereka butuhkan untuk game selama Q1 2020 semakin beberapa dari awalnya. Karenanya, tidaklah heran bila keseluruhan penghasilan industri gaming di Tiongkok naik. Berdasar laporan Niko Partners, penghasilan industri gaming di Tiongkok pada Q1 2020 naik sampai 30 % bila dibanding dengan periode yang sama di tahun kemarin.

Kecuali bermain game, warga Tiongkok seringkali melihat content gaming. Seputar 62 % responden mengatakan, mereka sekarang habiskan semakin banyaknya waktu untuk melihat content esports, 65 % melihat live-streaming, serta 40 % responden mengatakan, mereka berusaha untuk lakukan live-streaming sendiri untuk kali pertamanya. Memang, peningkatan viewership esports bukan hanya berlangsung di Tiongkok, dan juga di penjuru dunia. Mengingat banyak pertandingan olahraga yang diurungkan serta diganti dengan esports, ini tidak aneh.

Sayangnya, pandemik COVID-19 bawa efek jelek, terutamanya beberapa pemilik internet kafe atau warnet. Games Industry mengatakan, semakin dari 130 ribu warnet di Tiongkok tutup sebab ketetapan pemerintah untuk menetapkan karantina.

Walau demikian, berdasar survey Niko Partners, sekitar 57 % responden menjelaskan jika mereka tidak merencanakan untuk bermain ke warnet serta sesudah karantina usai. Epidemi corona berefek jelek bukan hanya pada usaha warnet, dan juga usaha lain. Karenanya, penghasilan dari iklan malah alami pengurangan. Demikian dengan ad view. Disamping itu, slot iklan semakin banyak yang kosong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *